Sebelum saya tidur tiba –tiba ada sms di hape saya yang berasal dari teman saya di Jawa sana. Isi dari pesan singkat itu adalah Ia memeinta kiriman uang untuk berobat ibunya. Spontan daya saya kaget karena saya begitu kenal ibu teman saya tersebut. Malah sudah saya anggap sebagai Ibu saya sendiri. Paginya saya langsung mengirimkan uang untuk berobat ibu temana saya tersebut. Inilah kadang yang membuat saya sedikit miris. Sistem perekonomian di daerah Jawa sana sedang mengalami kemerosotan. Sampai untuk berobat saja harus pinjam uang kesana kesini. Bukan maksud menyinggung tapi semua itu hanya sebagai gambaran dan akan memnjadi pembelajaran kita sebagai manusia yang mempunyai hidup yang lebih mapan dari orang- orang yang untuk makan saja susah. Dan dari segi lain kehidupan di jawa sana orang- orangnya kok tidak mau mengadu nasib ke tanah orang atau yang kita sebut merantau. Di bandingkan harus mengandalkan pertanian yang hasilnya tidak sebanding dengan modal ataupun tenaga yang digunakan. Terlebih di daerah Jawa masyarakatnya mempunyai gaya hidup maupun pola pikir modern tapi tidak di imbangi dengan kantong yang modern.
Hati saya tambah “ngenes “ketika saya pulang ke Jawa saat liburan sekolah bulan Juli lalu. Tak ada pearbedaan sama sekali antara 3 tahun saya ada di Kalimantan dan sekarang. Hanya tampak wajah- wajah yang sudah mulai mengeriput dan rambut yang mulai memutih. Kalaupun ada perbedaan hanya pada orang-orang yang mencari uang dengan cara merantau. Saya juga bingung kenapa orang-orang itu tadak mau merantau untuk meperbaiki kehidupannya. Apa yang mereka pertahankan hidup di daerah yang kualitas perekonomiannya rendah. Atau mereka takut meninggalkan tanah nenek moyang dan Mbah buyut. Semua serba sangat membingungkan.
Keadaan ini di perparah dengan tingkat pendidikan masyarakatnya yang rendah. Sekarang kita bandingkan hasil pertanian di Jawa dan di Kalimantan. Jika di Jawa upah menanam padi setengah hari adalah Rp.10.000/ sedangkan di kalimantan gaji setiap karyawan dari jam 6 sampai jam 1 sore adalah Rp.35.000/orang. Memang biaya hidup di luar Jawa sangat mahal, tapi dengan dengan gaji yang begitu besarnya kita tetap dapat menabung. Oh iya, di perusahaan sawit para karyawannya mendapat jatah beras dan mie dari perusahaan. Enak bukan?. In i adalah betapa bukti keprihatinan saya terhadap masyarakat jawa. Semua ini hanya saran dan rekomendasi saya terhadap sistem perekonomian di daerah Jawa. Memang argumen lebih mudah dari pada konteks nyata . terima kasih.



0 comments:
Post a Comment